Belum bisa move-on dari post sebelumnya,masih di seputaran Kintamani,Kabupaten Bangli. Diperjalanan kita kali ini, kita akan melakukan pendakian kecil ke puncak gunung batur.
Perjalanan kita mulai dari Jl.Diponegoro,Denpasar pukul 00:30, untuk waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan dengan rute yang sama dengan jalan ke toya devasya di Post sebelumnya ,tinggal ikutin petunjuk arah aja ,cuma bedanya perjalanan kali ini kita lakuin lewat tengah malam,jadi harus lebih extra hati-hati,disamping jalanan dikintamani yang agak extreme,Kabut tebal,Udara dingin yang 2 kali lipat dibanding siang hari dan rasa ngantuk juga bisa jadi musuh paling besar buat traveller “Roda Dua”.
Kita sampai di pos pendakian gunung batur sekitar pukul 02:30,diposko kita diharuskan membayar biaya pendakian sebesar Rp.10.000/ Orang (mungkin sekarang sudah berubah). Di Pos ini tersedia toilet yang lumayan banyak,ada juga bale/saung yang lumayan besar untuk tempat istirahat,juga ada kantin kecil yang menyediakan cemilan dan kopi. karena pendakian baru kita mulai jam 03:00,jadi kita istirahat sebentar di saung,sambil memisahkan barang yang mau di bawa ke atas atau ditinggal di bagasi motor.
Team kita 10 orang (3 cewek 7 cowok) dengan 3 orang diantaranya sudah pernah naik ke puncak batur,jadi kita tidak perlu biaya extra untuk bayar guide. tapi kalau kalian butuh,kalian bisa minta guide ke penjaga Pos,dengan biaya tambahan pastinya. Saat di Pos kami bertemu dengan teman-teman dari SMA daerah Nusa Dua yang baru pertama kali mendaki,jadi kita nanjak bareng mereka, itung-itung tambah teman ya kan.
Perjalanan dari pos pendakian ke pos 1 lumayan aman, tidak terlalu terjal, tapi tetap harus hati-hati karena penerangan cuma mengandalkan headlamp yang kita pakai. Tenaga saya lumayan terkuras di pendakian kali ini,disamping bobot tubuh saya yang mencapai 110Kg saat itu,udara dingin yang bikin serba salah juga jadi faktor utama. rasanya pengen stop di pos 1,tapi rasa penasaran sama dukungan dari teman-teman 1 team bikin tekat saya kuat buat menikmati puncak pertama saya dibali.
Jalur setelah pos 1 agak lumayan extreme,tanjakan terjal hampir 90o dengan tumpuan utama batu,posisi climbing agaknya jadi posisi yang paling ideal untuk jalur ini. Setelah nafas habis di jalur batu, puncak sudah ada di depan mata,tapi kita harus lewatin jalur pasir yang sebenarnya lebih pendek tapi sangat nyiksa untuk sampai puncak. Nafas rasanya sudah habis,kepala pusing, badah kegerahan sekaligus kedinginan tapi Alhamdulillah seluruh team kita termasuk anak SMA dari Nusa Dua berhasil sampai ke puncak Gunung batur tepat saat Adzan Subuh berkumandang.
Kondisi dipuncak lumayan ramai,bahkan sangat ramai, banyak turis lokal dan international yang juga mau menikmati Sunrise. Alhamdullilah-nya lagi,cuaca hari ini amat sangat bersahabat, saat sampai puncak langit masih agak gelap,masuk sekitar jam 5:30 sunrise udah mulai kelihatan,sunrise kelihatan cukup jelas. Kombinasi warna oranye dari matahari, birunya lautan awan,dan sejuknya udara pagi gunung bikin lupa segalanya. Rasa cape,kesel,gerah campur dingin pas proses nanjak tadi udah langsung kebayar lunas,kontan sama view gunung batur yang Raisa (Red : Cantik) banget lah.
Dipuncak juga ada 1 Warung yang menjual snack, Mie Instant, dan Kopi,jadi sebenarnya kalian ga perlu bawa bekal makanan yang malah bikin beban kalian tambah banyak. Tapi emang dasarnya kita travelers kere,jadi kita bawa Popmie,kopi,roti,dan peralatan masak sendiri dari bawah, lumayan kan, pengiritan.
Kami menikmati secangkir kopi dan popmie di puncak sampai sekitar pukul 09:00,puncak sudah lumayan sepi,kita turun lewat jalur yang agak berbeda dengan jalur naik, yang menurut saya, jalur turun ini terasa lebih mudah.
Diperjalanan pulang kita jumpa dengan beberapa penduduk lokal (red: Monkey) yang lumayan agresif,untung kita di Guide sama doggy yang dari puncak udah ngikutin, jadi dia ikut ngebantu kita ngusir si monkey nakal ini.
View dari puncak sampai ke Pos awal pendakian pun ga kalah keren. Kita bakal disuguhi view perkebunan lengkap dengan lanscape gunung dan danau yang keren banget. Sampai di Pos pendakian bawah,kami tidur dulu di saung sampai jam 12:00,untuk kembali melanjutkan perjalanan ke denpasar.
Begitulah trip yang lumayan singkat tapi melelahkan,maaf tulisannya agak panjang karena selalu antusias kalau bercerita tentang gunung.
Buat yang baca blog ini keep healthy yah guys,semoga segera punya waktu buat travelling ke gunung batur, and don't forget to keep the place clean when you visit.
*Silahkan nonton video perjalanan kami di channel youtube saya di bawah ini. Terima Kasih.

No comments:
Post a Comment